Beranda
Profil
Berita
Struktur
Program
Galeri
Publikasi
Kontak

Fraksi PDI Perjuangan Dorong Optimalisasi PAD Indramayu melalui Riset dan Digitalisasi

24 September 2026 taryadi Berita Fraksi

INDRAMAYU — Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Indramayu memberikan perhatian terhadap kondisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami penurunan.

Fraksi PDI Perjuangan mendorong Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk mengoptimalkan berbagai sumber pendapatan daerah melalui pemetaan potensi secara menyeluruh dan pemanfaatan sistem digital dalam pengelolaan retribusi.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Indramayu, H. Edi Fauzi, menyampaikan bahwa upaya meningkatkan PAD tidak semestinya hanya mengandalkan sektor pajak.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah sumber pendapatan daerah yang memiliki peluang untuk dikembangkan, terutama dari sektor retribusi pasar dan parkir.

“Retribusi kita penerimaannya sangat rendah sekali, padahal potensinya sangat mungkin untuk dimaksimalkan. Seperti retribusi pasar dan retribusi parkir,” ujarnya.

Salah satu sektor yang dinilai memiliki potensi besar adalah pasar tradisional. Edi Fauzi mencontohkan Pasar Jatibarang yang menurut perhitungan potensi riil, mulai dari sewa kios, los hingga pedagang lemprakan, berpeluang menghasilkan penerimaan hingga Rp4 juta setiap hari atau sekitar Rp120 juta dalam satu bulan.

“Berarti, dalam setahun, potensinya itu bisa mencapai Rp1,5 miliar. Namun faktanya, penerimaan dari Pasar Jatibarang saat ini hanya menyumbang sekitar Rp800 juta per tahun,” jelasnya.

Potensi serupa juga terdapat di Pasar Karangampel. Dalam pemberitaan sumber, pasar tersebut disebut baru memberikan kontribusi sekitar Rp600 juta per tahun terhadap PAD.

Sementara itu, penerimaan retribusi parkir tepi jalan umum di seluruh Kabupaten Indramayu disebut berada di kisaran Rp1 miliar per tahun, sedangkan retribusi parkir di seluruh pasar mencapai sekitar Rp1,5 miliar.

Edi Fauzi menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar potensi pendapatan yang tersedia dapat dihitung dan dikelola berdasarkan kondisi riil di lapangan.

“Ini menunjukkan adanya indikasi kebocoran. Target yang ditetapkan selama ini terlalu rendah dan tidak didasarkan pada potensi riil di lapangan. Seolah-olah sengaja direndahkan agar targetnya mudah tercapai,” tegasnya.

Dorong Riset Potensi Daerah

Fraksi PDI Perjuangan kemudian mendorong adanya riset potensi daerah (rispoda) sebagai langkah awal untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat mengenai sumber-sumber PAD.

Riset tersebut diharapkan dapat memetakan potensi pendapatan di berbagai wilayah dan sektor sehingga menjadi dasar dalam menentukan target penerimaan daerah.

Selain pemetaan potensi, Fraksi PDI Perjuangan juga mendorong perubahan sistem pengelolaan retribusi menuju transaksi elektronik.

Digitalisasi dinilai dapat diterapkan dalam berbagai jenis pembayaran, termasuk pembayaran sewa kios menggunakan QRIS maupun sistem e-parking untuk retribusi parkir.

Dengan penerapan sistem tersebut, transaksi diharapkan dapat tercatat secara elektronik sehingga pengelolaan penerimaan daerah menjadi lebih mudah dipantau.

“Kalau Pemkab Indramayu serius, dorongan untuk rispoda dan penerapan e-parking serta pembayaran digital, itu harus segera direalisasikan agar potensi PAD kita benar-benar masuk ke kas daerah. Sehingga bisa digunakan sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat Indramayu,” pungkas Edi Fauzi.

taryadi